RSUD Datoe Binangkang
Lolak II, Kec. Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara
Panduan Masuk ke Sistem SIMGOS V2
Halaman Login adalah gerbang utama untuk mengakses Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) SIMGOS Versi 2. Halaman ini dirancang dengan tampilan yang bersih dan profesional, menampilkan identitas RSUD Datoe Binangkang beserta formulir autentikasi pengguna.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Halaman Login SIMGOS V2
http://20.20.2.3/apps/SIMpel/#welcome. Pastikan perangkat Anda terhubung ke jaringan intranet rumah sakit.Menerima Kunjungan Pasien di Ruangan
Halaman Pengunjung menampilkan daftar seluruh kunjungan pasien yang telah melakukan pendaftaran dan sedang menunggu untuk diterima di ruangan atau unit layanan tujuan. Pada halaman ini, petugas ruangan atau perawat bertugas memvalidasi dan menerima pasien yang dirujuk ke unit mereka.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Halaman Pengunjung â List Kunjungan
260706.0016 dengan tanggal dan jam pendaftaranMelihat Pasien yang Sudah Diterima di Ruangan
Halaman Kunjungan Pasien menampilkan daftar pasien yang telah berhasil diterima oleh petugas ruangan (melalui proses di menu Pengunjung). Di sini, petugas dapat memantau status setiap pasien, melihat detail rekam medis, dan mengelola kunjungan yang sedang berlangsung.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Halaman Kunjungan Pasien
260708.0067)Modul Pemantauan dan Sinkronisasi Terapi Obat Pasien
Modul Rekonsiliasi Obat digunakan untuk memastikan keselarasan penggunaan obat pasien mulai dari admisi (masuk rumah sakit), transfer (pindah ruangan), hingga discharge (keluar rumah sakit/pulang). Modul ini membantu mencegah medication error akibat perbedaan catatan obat.
Pencatatan Obat yang Digunakan Sebelum Masuk Rumah Sakit
Rekonsiliasi Admisi adalah proses pencatatan dan evaluasi seluruh obat yang sedang atau pernah digunakan pasien sebelum masuk rumah sakit (dari luar/rumah). Proses ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kesalahan pengobatan (medication error) selama masa perawatan di rumah sakit, dengan membandingkan terapi obat dari luar dengan terapi yang akan diberikan di rumah sakit.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Rekonsiliasi Admisi
Pencatatan Obat Saat Pasien Dipindah Antar Ruangan
Rekonsiliasi Transfer adalah proses evaluasi dan pembaruan data obat pasien yang dilakukan ketika pasien dipindahkan dari satu unit perawatan ke unit perawatan lainnya (misalnya dari IGD ke Rawat Inap, dari Rawat Inap ke ICU, atau antar bangsal). Proses ini memastikan terapi pengobatan pasien tidak terputus dan tidak terjadi duplikasi atau penghilangan obat saat perpindahan ruangan.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Rekonsiliasi Transfer
Pencatatan Obat Saat Pasien Pulang dari Rumah Sakit
Rekonsiliasi Discharge adalah proses evaluasi menyeluruh terhadap seluruh obat yang diberikan selama rawat inap dan yang akan dilanjutkan oleh pasien di rumah setelah dipulangkan. Proses ini memastikan pasien memahami obat-obatan yang harus dikonsumsi setelah pulang, mencegah kesalahan pengobatan pasca-rawat inap, serta memberikan edukasi yang komprehensif tentang terapi lanjutan.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Rekonsiliasi Discharge
Modul Asuhan dan Dokumentasi Tindakan Keperawatan
Modul Keperawatan digunakan oleh perawat untuk mencatat asuhan keperawatan terintegrasi (Askep) mulai dari pengkajian data mayor/minor, penetapan diagnosa dan intervensi, hingga pelaporan tindakan keperawatan harian.
Pencatatan Asuhan Keperawatan (Askep) dan Tindakan/Implementasi Pasien
Menu Keperawatan pada SIMRS SIMGOS V2 digunakan oleh tenaga keperawatan (perawat atau bidan) untuk mendokumentasikan Asuhan Keperawatan (Askep) secara lengkap dan terstruktur. Menu ini terbagi atas pencatatan pengkajian Askep (Data Mayor/Minor), penegakan Diagnosa, penentuan Intervensi, pencatatan Tindakan Keperawatan harian, hingga pemantauan Catatan Medis pasien secara real-time.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Keperawatan - Tambah Asuhan Keperawatan
+ biru di sebelah kanan kolom untuk memilih data standar dari katalog sistem.24 pada kotak kiri dan pilih jam pada dropdown kanan).+ biru untuk memilih kriteria hasil standar). Pada kolom "Intervensi", susun rencana tindakan keperawatan yang meliputi tindakan Observasi, Therapeutic, Edukasi, dan Kolaborasi. Setelah data Askep lengkap, klik tombol "Simpan" (tombol biru dengan ikon disket di bagian bawah tengah) untuk menyimpan data Askep.Modul Wawancara Medis dan Riwayat Kesehatan Pasien
Modul Anamnesis digunakan untuk mencatat hasil wawancara riwayat kesehatan pasien, meliputi keluhan utama terstandar SNOMED, metode wawancara, skrining orang tua, riwayat penyakit sekarang, riwayat penyakit dahulu/alergi, rencana pemulangan, status fungsional mobilitas, serta kajian psikososial.
Pencatatan Keluhan Utama Pasien Secara Terstandar Snomed
Menu Anamnesis pada SIMRS SIMGOS V2 digunakan untuk melakukan wawancara medis awal dengan pasien guna menggali riwayat kesehatan mereka. Bagian pertama dari Anamnesis adalah pencatatan Keluhan Utama, yaitu alasan utama pasien datang berobat. Pencatatan ini telah terintegrasi dengan kode standardisasi medis SNOMED-CT untuk penyamaan persepsi diagnosis klinis secara internasional.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Anamnesis - Keluhan Utama
sulit berjalan, nyeri kaki, muntah, nyeri uluhati, riw stoke). Pastikan keluhan disusun secara jelas agar mempermudah dokter PPA (Profesional Pemberi Asuhan) dalam menegakkan diagnosis.Pencatatan Sumber Informasi Wawancara Riwayat Pasien
Menu Anamnesis Diperoleh digunakan untuk mendokumentasikan metode wawancara dan sumber informasi riwayat penyakit pasien. Tenaga medis wajib mencatat apakah informasi diperoleh langsung dari pasien sendiri (Autoanamnesis), dari orang lain seperti keluarga atau pengantar (Alloanamnesis), atau gabungan keduanya, guna memvalidasi keabsahan data rekam medis.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Anamnesis - Diperoleh
pasien, istri, suami, anak, atau keluarga). Kolom ini memperjelas asal-usul data klinis pasien.Pencatatan Identitas dan Riwayat Kesehatan Orang Tua Pasien
Menu Skrining Orang Tua pada bagian Anamnesis digunakan untuk mencatat identitas lengkap, riwayat kesehatan, dan faktor eksternal orang tua pasien (khususnya untuk pasien anak/pediatri). Informasi ini terbagi menjadi beberapa sub-menu guna membantu mengidentifikasi faktor risiko genetik, lingkungan, nutrisi, dan asuhan keluarga.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Anamnesis - Skrining Orang Tua
Pencatatan Kronologis Riwayat Penyakit Sekarang (Umum)
Menu Riwayat Penyakit Sekarang (RPS) pada bagian Anamnesis digunakan untuk mencatat cerita kronologis mengenai perjalanan penyakit yang diderita pasien saat ini secara naratif dan detail. RPS mencakup awitan gejala (onset), lokasi, kualitas, kuantitas, faktor yang memperberat atau memperingan, serta riwayat pengobatan yang sudah dijalani sebelum masuk rumah sakit.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Anamnesis - Riwayat Penyakit Sekarang
Pencatatan Riwayat Kesehatan Dahulu, Alergi, dan Faktor Penunjang
Menu Riwayat pada bagian Anamnesis digunakan untuk mendokumentasikan riwayat kesehatan terdahulu pasien, riwayat alergi, pengobatan, riwayat penyakit keluarga, serta faktor risiko lainnya. Informasi ini sangat vital untuk menganalisis latar belakang kesehatan pasien dan menghindari kontraindikasi pengobatan.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Anamnesis - Riwayat
Perencanaan Pasien Pulang dan Skrining Kebutuhan Lanjutan
Menu Discharge Planning pada bagian Anamnesis digunakan oleh perawat untuk melakukan perencanaan pemulangan pasien sejak awal masuk rumah sakit. Skrining ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan perawatan lanjutan pasien di rumah, mengantisipasi kendala pemulangan, serta menentukan apakah pasien memerlukan pendampingan dari Manajer Pelayanan Pasien (MPP).
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Anamnesis - Discharge Planning
Pengkajian Penggunaan Alat Bantu dan Kondisi Cacat Tubuh Pasien
Menu Status Fungsional pada bagian Anamnesis digunakan untuk mengkaji tingkat kemandirian pasien dalam beraktivitas. Kajian ini mencakup identifikasi ketergantungan pasien terhadap alat bantu mobilitas (seperti kursi roda, tongkat, brankar, walker) serta ada tidaknya kecacatan fisik tubuh untuk menentukan tingkat asuhan keselamatan pasien.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Anamnesis - Status Fungsional
Pengkajian Status Psikologis, Status Mental, dan Kondisi Sosial Pasien
Menu Hubungan Status Psikososial pada bagian Anamnesis digunakan untuk melakukan pengkajian holistik mengenai status psikologis, kesehatan mental, serta hubungan sosial dan lingkungan tempat tinggal pasien. Kajian ini membantu mengidentifikasi faktor stressor psikologis atau risiko isolasi sosial yang dapat memengaruhi tingkat kepatuhan dan proses penyembuhan pasien.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Anamnesis - Hubungan Status Psikososial
Pengkajian Pasien Tahap Terminal (Menjelang Akhir Hayat)
Menu End Of Life merupakan bagian khusus dari pengkajian Hubungan Status Psikososial yang ditujukan untuk pasien dalam kondisi terminal atau menjelang akhir hayat. Pengkajian ini berfokus pada kecemasan pasien/keluarga, kebutuhan spiritual, dukungan tim medis, tradisi keagamaan, kebutuhan khusus, serta pilihan hidup pasien guna memberikan pelayanan paliatif yang holistik dan menghormati hak-hak pasien.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Anamnesis - End Of Life
Pengkajian Kebutuhan Edukasi Pasien dan Keluarga
Menu Edukasi pada bagian Anamnesis digunakan untuk melakukan pengkajian awal terkait kesiapan, hambatan, serta kebutuhan edukasi kesehatan bagi pasien dan keluarganya. Dokumentasi ini penting untuk memastikan bahwa pasien menerima informasi medis yang tepat, memahami hak-haknya, serta memperoleh keterampilan praktis perawatan mandiri pasca-perawatan.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Anamnesis - Edukasi
Pemberian Edukasi Kedaruratan dan Tindak Lanjut Pasien
Sub-tab Emergency pada menu Edukasi digunakan untuk mencatat instruksi kedaruratan (emergency instructions) dan rencana tindak lanjut (follow-up) bagi pasien dan keluarga. Hal ini penting untuk mengedukasi pasien mengenai tanda bahaya klinis yang mengharuskan mereka segera kembali ke Unit Gawat Darurat guna mencegah komplikasi fatal di luar rumah sakit.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Anamnesis - Edukasi Emergency
Pengkajian Pemahaman Pasien Akhir Hayat Terhadap Kondisinya
Sub-tab End Of Life pada menu Edukasi digunakan untuk mengevaluasi pemahaman pasien terminal (akhir hayat) atau keluarganya mengenai diagnosis penyakit, prognosis (prediksi klinis), serta tujuan tindakan perawatan medis yang akan dilakukan. Pengkajian pemahaman ini penting dalam asuhan paliatif untuk memfasilitasi pengambilan keputusan medis yang realistis dan bermartabat.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Anamnesis - Edukasi End Of Life
Pengkajian Awal Status Nutrisi dan Risiko Malnutrisi Pasien
Menu Skrining Gizi Awal pada bagian Anamnesis digunakan untuk mendeteksi secara dini risiko malnutrisi pada pasien yang baru masuk perawatan. Melalui penilaian sederhana terhadap penurunan berat badan, asupan makan (intake), serta kondisi khusus pasien, sistem secara otomatis menghitung skor gizi untuk menentukan kebutuhan intervensi diet oleh Ahli Gizi.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Anamnesis - Skrining Gizi Awal
Skrining Risiko Tuberculosis (TBC) dan Gejala Batuk Pasien
Menu Batuk pada bagian Anamnesis digunakan untuk melakukan skrining klinis risiko penyakit menular pernapasan, khususnya Tuberkulosis (TBC). Melalui penilaian terhadap riwayat demam, berkeringat di malam hari tanpa aktivitas, perjalanan ke daerah wabah, pemakaian obat jangka panjang, serta penurunan berat badan tanpa sebab jelas, perawat dapat mengidentifikasi secara dini pasien suspek TBC untuk segera diisolasi atau dirujuk.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Anamnesis - Batuk
Modul Pencatatan Pemeriksaan Fisik, Anatomi, dan Penunjang Pasien
Modul Pemeriksaan digunakan untuk mendokumentasikan hasil pemeriksaan klinis pasien secara terintegrasi. Modul ini terbagi menjadi empat kategori utama (Umum, Fisik, Anatomi, dan Penunjang) serta sub-kategori tanda vital, ukuran antropometri, dan status fungsional pasien guna memantau perkembangan kondisi fisiologis.
Pencatatan Vitals Sign dan Early Warning Score (EWS) Pasien
Sub-menu Tanda Vital pada kategori Umum digunakan untuk mencatat parameter fisiologis utama pasien, meliputi keadaan umum, tingkat kesadaran (GCS), tekanan darah, frekuensi napas/nadi, suhu tubuh, dan saturasi oksigen. Sistem secara otomatis menghitung Early Warning Score (EWS) untuk mendeteksi secara dini perburukan kondisi klinis pasien.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Pemeriksaan - Tanda Vital
Pengukuran Fisik Tubuh dan Indeks Massa Tubuh (IMT) Pasien
Sub-menu Antropometri pada kategori Umum digunakan untuk mencatat hasil pengukuran fisik dimensi tubuh pasien, seperti berat badan, tinggi badan, lingkar lengan, lingkar kepala, dan lainnya. Berdasarkan berat dan tinggi badan yang dimasukkan, sistem secara otomatis menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) pasien untuk mengklasifikasikan status gizi.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Pemeriksaan - Antropometri
Pencatatan Alat Bantu Mobilisasi, Protesa, dan Cacat Tubuh Pasien
Sub-menu Fungsional pada kategori Umum digunakan untuk mencatat data pemeriksaan fisik fungsional pasien. Hal ini meliputi penggunaan alat bantu gerak, kepemilikan protesa (anggota tubuh tiruan), serta adanya cacat tubuh bawaan atau akibat cedera. Informasi ini berguna bagi tim medis dalam merencanakan pemenuhan mobilisasi aman pasien selama rawat inap.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Pemeriksaan - Fungsional
Pencatatan Narasi Pemeriksaan Fisik Head to Toe Pasien
Tab Fisik pada menu Pemeriksaan digunakan untuk mendokumentasikan hasil pemeriksaan fisik head-to-toe secara komprehensif. Dilengkapi dengan editor teks kaya (Rich Text Editor) dan fitur pendiktean suara (Voice Input), perawat atau dokter dapat menuliskan detail klinis kondisi organ tubuh pasien secara naratif.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Pemeriksaan - Fisik
Pengkajian Sistem Organ Tubuh Secara Terstruktur (Anatomi)
Tab Anatomi pada menu Pemeriksaan digunakan untuk mendokumentasikan hasil pengkajian fisik secara terstruktur per organ tubuh. Perawat atau dokter dapat memilih bagian tubuh tertentu dari daftar menu vertikal (seperti kepala, mata, telinga, hidung, leher, dada, dll) dan mengisi checklist temuan patologis spesifik beserta deskripsi klinis tambahannya.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Pemeriksaan - Anatomi
Pencatatan Hasil Prosedur Diagnostik dan Tes Penunjang Pasien
Tab Penunjang pada menu Pemeriksaan digunakan oleh dokter atau perawat untuk mencatat laporan hasil pengujian diagnostik penunjang secara terstruktur. Pengguna dapat memilih jenis pemeriksaan dari menu navigasi vertikal di sebelah kiri (seperti EEG, EMG, EKG, USG Ginekologi, Transfusi Darah, dll) dan menginput rangkuman klinis, kesimpulan, serta saran perawatan.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Pemeriksaan - Penunjang
Modul Penilaian (Asesmen) Klinis Komprehensif Pasien
Modul Penilaian (Asesmen) digunakan untuk mendokumentasikan evaluasi klinis menyeluruh terhadap kondisi pasien. Modul ini terbagi menjadi berbagai parameter penilaian khusus seperti Penilaian Fisik, Skrining Nyeri, Status Pediatrik, Diagnosis Keperawatan, Skala Risiko Jatuh, Risiko Dekubitus, Barthel Index Kemandirian, Balance Cairan, hingga pengkajian spesifik Kanker dan Jantung.
Pencatatan Asesmen Fisik Ringkas dan Riwayat Ruangan Pasien
Sub-menu Fisik pada modul Penilaian digunakan untuk mendokumentasikan asesmen fisik terintegrasi pasien saat berada di ruangan perawatan. Perawat dapat merekam keadaan umum, kesadaran, vital sign, dan pemeriksaan head-to-toe secara ringkas serta membandingkannya dengan catatan pemindahan antar-ruangan terdahulu.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Penilaian - Fisik
Asesmen dan Skrining Tingkat Nyeri Pasien (PQRST)
Sub-menu Nyeri pada modul Penilaian digunakan untuk melakukan skrining rasa nyeri pada pasien secara berkala. Perawat dapat menentukan keberadaan nyeri, onset serangan, skor skala nyeri menggunakan metode klinis yang relevan (NRS, BPS, NIPS, FLACC, VAS), serta menjabarkan karakteristik nyeri berdasarkan aspek PQRST.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Penilaian - Nyeri
Penilaian Status Gizi Khusus Pasien Anak (Pediatrik)
Sub-menu Status Pediatrik pada modul Penilaian digunakan untuk mendokumentasikan evaluasi status gizi secara spesifik pada kelompok pasien anak (pediatrik). Perawat dapat memilih klasifikasi status gizi anak berdasarkan grafik pertumbuhan klinis atau pengukuran antropometri pediatrik.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Penilaian - Status Pediatrik
Perumusan Masalah dan Diagnosis Keperawatan (SDKI) Pasien
Sub-menu Diagnosis pada modul Penilaian digunakan oleh perawat untuk merumuskan diagnosis keperawatan (SDKI/NANDA) berdasarkan hasil pengkajian fisik dan wawancara pasien. Pencatatan ini menjadi acuan utama dalam menentukan rencana intervensi dan implementasi keperawatan selama pasien dirawat.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Penilaian - Diagnosis Keperawatan
Pengkajian Risiko Jatuh Pasien Dewasa Menggunakan Skala Morse
Sub-menu Risiko Jatuh pada modul Penilaian digunakan untuk mengukur derajat risiko pasien mengalami insiden jatuh selama rawat inap. Pada kelompok pasien dewasa, instrumen yang digunakan adalah Skala Morse (Morse Fall Scale) yang mengukur parameter riwayat jatuh, diagnosa sekunder, alat bantu jalan, terapi obat, gaya berjalan, dan status kesadaran.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Penilaian - Risiko Jatuh Skala Morse
Pengkajian Risiko Jatuh Pasien Anak Menggunakan Skala Humpty Dumpty
Sub-menu Skala Humpty Dumpty pada kategori Risiko Jatuh digunakan untuk mengukur derajat risiko jatuh pada kelompok pasien anak-anak (pediatrik). Skala ini menilai 7 parameter utama: umur, jenis kelamin, diagnosis, gangguan kognitif, faktor lingkungan, respon terhadap pembedahan/sedasi, dan penggunaan obat-obatan.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Penilaian - Risiko Jatuh Skala Humpty Dumpty
Pengkajian Risiko Jatuh Pasien Psikiatri Menggunakan Skala Edmonson
Sub-menu Edmonson Psychiatric Fall Risk Assessment digunakan khusus untuk mengukur risiko jatuh pada pasien dengan gangguan jiwa atau psikiatri. Skala ini mengevaluasi status mental, eliminasi, riwayat jatuh, obat-obatan, diagnosis psikofarmaka, gaya berjalan, dan usia pasien.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Penilaian - Risiko Jatuh Skala Edmonson
Skrining Risiko Jatuh Cepat Rawat Jalan (Get Up & Go)
Sub-menu Get Up and Go digunakan sebagai alat skrining risiko jatuh secara cepat, praktis, dan langsung, terutama pada unit rawat jalan (poliklinik) atau IGD. Pemeriksa mengamati cara berjalan pasien serta cara duduk/bangun dari kursi.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Penilaian - Risiko Jatuh Get Up and Go
Pengkajian Risiko Luka Tekan (Dekubitus) Menggunakan Skala Norton
Sub-menu Dekubitus pada modul Penilaian digunakan untuk mengukur derajat risiko pasien mengalami luka tekan (ulkus dekubitus) selama tirah baring lama di tempat tidur. Instrumen yang digunakan adalah Skala Norton (Norton Scale) yang menilai lima kondisi utama: kondisi fisik umum, status kesadaran, aktivitas mobilisasi, derajat mobilitas sendi, dan tingkat inkontinensia.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Penilaian - Dekubitus Skala Norton
Pengkajian Kemandirian Fungsional Menggunakan Barthel Index Modifikasi
Sub-menu Barthel Index Modifikasi pada modul Penilaian digunakan untuk mengukur tingkat kemandirian fungsional pasien rawat inap dalam melakukan aktivitas hidup sehari-hari (Activities of Daily Living - ADL). Penilaian ini memantau 8 aspek: kesadaran, frekuensi observasi TTV, pola pernapasan, kebersihan diri, makan-minum, metode pengobatan, tingkat mobilisasi, dan fungsi eliminasi.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Penilaian - Barthel Index Modifikasi
Pengkajian Kemandirian Fungsional (ADL) Menggunakan Barthel Index Standar
Sub-menu Barthel Index pada kategori Barthel Index digunakan untuk menilai kemandirian fungsional pasien secara objektif dalam melaksanakan 10 aktivitas hidup sehari-hari (ADL). Skor akhir mengindikasikan tingkat ketergantungan pasien: Ketergantungan Total (skor 0-4), Ketergantungan Berat (skor 5-8), Ketergantungan Sedang (skor 9-11), Ketergantungan Ringan (skor 12-19), atau Mandiri (skor 20).
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Penilaian - Barthel Index Standar
Pengkajian Risiko Kardiovaskular Menggunakan GRACE Risk Score
Sub-menu Grace Risk Skor pada kategori Jantung digunakan untuk menghitung probabilitas mortalitas (in-hospital & 6-month) pada pasien dengan Sindrom Koroner Akut (SKA/ACS). Penilaian ini memantau riwayat gagal/serangan jantung, detak jantung, tekanan darah sistolik, deviasi segmen ST, enzim jantung, dan kadar kreatinin serum.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Penilaian - Jantung Grace Risk Score
Klasifikasi Derajat Gagal Jantung Akut Menggunakan Killip Class
Sub-menu Killip Class pada kategori Jantung digunakan untuk menentukan derajat keparahan gagal jantung akut secara klinis pada pasien infark miokard akut guna memperkirakan mortalitas jangka pendek.
đ¸ Tampilan Layar â Tampilan Menu Penilaian - Jantung Killip Class